Selasa, 17 Maret 2026

BRUN KUA Turatea: Bekali Remaja Usia Nikah Menuju Keluarga Sakinah

 Turatea, Jeneponto, Selasa 17 Maret 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Turatea melaksanakan kegiatan BRUN (Bimbingan Remaja Usia Nikah) di Kantor Urusan Agama Turatea sebagai upaya membekali generasi muda dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga yang matang dan bertanggung jawab.



Kegiatan ini diikuti oleh 22 orang peserta remaja usia nikah (19 tahun ke atas) dengan penuh antusias. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang pernikahan dalam Islam, kesiapan mental dan emosional, pentingnya perencanaan kehidupan keluarga, serta menjaga diri dan akhlak sebelum menikah.

Penyuluh agama bersama Kepala KUA Turatea menyampaikan bahwa BRUN merupakan langkah preventif untuk mengurangi pernikahan dini dan membentuk generasi yang siap membangun keluarga sakinah. “Remaja perlu dibekali agar mampu memahami makna pernikahan yang sesungguhnya,” ujarnya.



Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih mendalam.

Melalui kegiatan ini, diharapkan remaja memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kehidupan berkeluarga serta mampu mewujudkan rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Sabtu, 14 Maret 2026

KUA Turatea Laksanakan Bimbingan Keluarga Sakinah di Kampung Beru

 Turatea, Jeneponto, Sabtu 14 Maret 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Turatea melaksanakan kegiatan Bimbingan Keluarga Sakinah di Masjid Mujahidin Kampung Beru, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Rumah Tangga yang Harmonis, Sakinah, Mawaddah, Warahmah”.



Kegiatan diikuti oleh pasangan suami istri dengan penuh antusias. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta mendapatkan pembinaan dari penyuluh agama dan Kepala KUA Turatea terkait hak dan kewajiban suami istri, komunikasi dalam keluarga, serta cara mengelola konflik secara Islami.

Penyuluh agama bersama Kepala KUA Turatea menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini. “Keluarga yang harmonis akan menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat,” ujarnya.



Para peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman, sehingga kegiatan berlangsung lebih hidup dan memberikan manfaat nyata bagi peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap keluarga mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh guna mewujudkan rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan warahmah.